The newest offerings and updated daily

Thursday, May 15, 2008

PERSIAPAN SETELAH MENERIMA BEASISWA

Oleh : Anggiet Arifianto

Ada dua hal penting yang harus dilakukan: persiapkan diri, dan persiapkan orang lain.

1. Persiapan diri yang matang
Persiapan diri ini tidak hanya sebatas membuat data barang yang harus dimasukkan ke dalam koper, tapi juga harus paham bagaimana budaya dan kebiasaan masyarakat setempat, keberadaan masyarakat Indonesia di sana, penginapan hari-hari pertama dimana, iklim dst. Sebelum berangkat harus sudah punya daftar kegiatan yang akan dilakukan, alamat2 yg hrs dituju, mesti lapor diri di uni kapan, dst

Sekolah di luar negeri itu bukan cuma untuk menambah ilmu, tetapi juga menyelami bagaimana kehidupan di negeri sana. Jadi kalau sekolah di luar, jangan cuma berkumpul dengan sesama orang Indonesia tapi berinteraksilah dengan masyarakat lokal, mengasah kemampuan berbahasa asing dan menyelami serba serbi masyarakat setempat. Itu adalah bagian dari pelajaran beasiswa, bagian dari proses pembelajaran. Dari banyak mengamati, diskusi dan berinteraksi, kita akan belajar banyak hal yang tidak akan kita dapat dari textbook. Jangan lupa banyak jalan-jalan, mumpung sudah sampai sana. Menabung memang perlu, tapi jangan kelewatan.

Perhatikan betul budaya setempat. Salah satu kebiasaan mahasiswa Indonesia yang sangat mengganggu saya adalah kebiasaan 'numpang makan'. Kalau ada acara kumpul-kumpul datang terlambat, makan langsung pulang. Etika tinggal di luar itu kalau ada acara makan, bawalah makanan untuk dimakan bersama dan karena di luar tidak ada yang punya pembantu, ikut beres-beres setelah acara selesai adalah wajib hukumnya. Acara makan-makan di luar negeri jangan dijadikan ajang perbaikan gizi tapi lebih kea rah silaturahmi.

2. Persiapan keluarga yang akan dibawa/ditinggal
Kalau mau bawa keluarga, persiapkan betul mental mereka juga. Saya banyak mengamati tingginya stress pada anak, baik jika anak dibawa bersekolah ataupun ditinggal di rumah. Anak ternyata banyak merasa tersisihkan dalam proses pindah, karena merasa tidak diajak kompromi, merasa terenggut dari dunia yang dia kenal dan ditempatkan di tempat asing, kemudian dia akan mengalami stress kedua saat harus kembali ke Indonesia. Ketika anak ditinggal, ia akan merasa terbuang, bahwa orang tuanya tidak mencintainya ketika mereka pergi sekolah. Memberikan pemahaman pada anak sering butuh waktu yang panjang (hal yang sama juga berlaku untuk orang tua). Jangankan manusia, anjing saya pun stress kalau lihat saya mulai mengisi koper karena artinya ia akan ditinggal dan jadi super manja, tidak mau makan, cari perhatian dst.

Kalau mau bawa pasangan, ini juga tidak selalu pilihan yang tepat. Biasanya kalau suami yang membawa istri tidak masalah karena istri biasanya lebih pasrah dan mendukung suami. Biasanya suami-suami ini mengalami masalah makan karena banyak yang tidak bisa masak dan baru membaik saat istrinya tiba. Sayangnya kebalikannya tidak selalu sama. Saya banyak jadi tempat curhat istri-istri bete dengan suaminya yang mereka tenteng ke luar negeri. Sayangnya memang masyarakat kita masih sangat chauvinist. Ternyata suami-suami yang jadi pengangguran di luar negeri sering frustrasi karena bosan tidak melakukan apa-apa, banyak yang tidak bisa komunikasi dengan masyarakat luar. Banyak istri-istri mengeluh karena setelah suami tiba pekerjaan bertambah, capek sekolah seharian, sampai di rumah masih harus masak, beres-beres rumah dst. Meskipun banyak juga yang suaminya berubah jadi pinter urus anak, pinter masak dst. Saran saya kalau mau bawa pasangan, lihat baik-baik karakter pasangannya, kalau tipe yang bikin repot, lebih baik ditinggal saja di rumah. Atau ikuti yang saya lakukan: Jangan menikah kalau masih suka keluyuran keluar negeri.

The way to AMINEF in Gedung Balai Pustaka

American Indonesian Exchange Foundation
Balai Pustaka Building, 6th. Floor
Jl. Gunung Sahari Raya No. 4
Jakarta 10720, Indonesia

1. The buses which goes to Senen Bus Station all of them pass through Gedung Balai Pustaka. Especially which route is through Pasar Baru .

2. Bus Transjakarta, from Blok M you have to change the bus 2-3 times.
Way 1 : from Blok M change the bus in Dukuh Atas bus stop to the bus towards Pulogadung, then take a bus in Pramuka bus stop towards Ancol, this bus pass through Gedung Balai Pustaka. The closest bus stop (Budi Utomo) is about 800 meters from Gedung Balai .
Way 2 : From Blok M take the bus in the Harmoni Bus Stop, the bus towards Pulogadung, get down in Senen Bus Stop and walk about 800 meters, or from this bus stop take the bus towards Ancol and get down as mentioned in way 1. About the distance, this two bus stops is about the same. (It is better if you take ojek or bajaj from this bus stop to Gedung Balai Pustaka)

3. If you take taxi with old tariff (TL=Tarif Lama) from blok M with no traffic jam is about Rp. 30.000,00.

4. From Blok M use bus Patas AC 76. Gedung Balai Pustaka is in the right side, after you pass through Depag, and say to conductor "Balai Pustaka"

5. Use a busway from Blok M towards Kota, get down in Sawah Besar bus stop. From here take a Mikrolet M12 towards Senen. After cross road Wahidin and before senen get down and cross the street.

Living Cost in Germany

Living Cost in Germany is vary from city to city, but this is th case if you stay in Aachen, Germany
Student accommodation or private sharing : 180 - 230 euros per month
Food : 10 - 12 euros per day (if eating outside)
Transport for students : free within Aachen and until Koln and Dusseldorf in regional trains)

Living Cost In Austria

Living Cost in Austria is depending on the city, for example the Capital of Austria, Vienna:
- Dormitory is about 250-400 euro per month.
- Living Cost 200-400 euro per month.
- Transportation 128 euro per 4 months (student and age < 26), or 49 euro per month (ordinary)

For visa, it has to be a letter from the University/Scholl in Austria. It takes about 2-3 months.

Where to do GMAT Test

GMAT Tests are held in Jakarta, Indonesia :
1. EEC Slipi +62-21 5320044 or +62-215323176
2. Kaplan GMAT Preparation +62-81388908450, +62-21 5211588, +62-215211701 (Information abaout this test can be asked in that number)
3. Or this number +62-213159225

Blog Archive

Other References